SUATU PERUBAHAN YANG
LEBIH BAIK
Berubahlah
demi kebaikan, pertahankanlah sikap terbaikmu jangan berubah hanya karena
keadaan dan lingkungan yang baru di hidupmu. Perhatikanlah orang-orang yang
berada di sekitarmu, jangan terlalu dekat bila belum benar-benar mengenal
seseorang, dekat dan akrablah sekedarnya, jangan berlebihan karena jika mereka
mulai menjauh rasa sakit dan sesal yang akan kau dapat.
Raihlah
lampu senter yang ada di dekatmu untuk menerangi gelapmu, jika belum bisa
meraih bintang yang sempurna untuk menerangi gelapmu. Karena sesungguhnya apa
yang berada di dekatmu lebih mudah membantumu, di bandingkan sesuatu yang jauh
dan kau coba untuk menggapainya, tapi akhirnya tak pernah kau dapatkan.
Yang
aku tau sekarang adalah sebuah kaca yang pecah tidak akan pernah dapat kembali
ke bentuk semula, walaupun kau coba untuk menyatukannya kembali tetap saja
masih ada goresan bekas pecahan dari kaca tersebut.
Aku
bukan nabi yang sabar walau disakiti aku bukan malaikat yang yang tak memiliki
rasa amarah dan aku juga bukan tuhan yang memiliki sifat paling sempurna di
dunia ini, aku hanyalah seorang umat manusia yang memiliki amarah jika kau
menyulutnya, aku hanyalah manusia biasa yang terkadang kehabisan kesabaran
walupun sesungguhnya kesabaran itu tiada batasnya.
Terkadang
aku berpikir “ ingin rasanya dapat meluapkan segala penyakit hati yang selama
ini ku pendam sendiri dan hanya aku dan tuhan yang tau, tapi adakah seorang
manusia yang dapat ku percaya untuk menyimpan segala gejolak ini, aku belum
bisa merasakan percaya yang sesungguhnya terhadap seorang manusia, walaupun aku
telah mengenalnya selama bertahun-tahun”.
Rasanya
sulit sekali, tapi entah mengapa aku sangat membenci sebuah “KELUHAN” aku
sangat gembira saat memotivasi diri sendiri bawa “AKU BISA”. Mungkin ini
terdengar konyol, akan tetapi entah mengapa aku lebih menyukai orang yang
“KERAJINAN” di bandingkan dengan orang yang sebenarnya rajin tapi dia hanya
bekerja pada saat-saat tertentu, aku sangat membenci orang yang datang
terlambat walaupun sebenarnya dia bisa datang tepat waktu dengan memulai
segalanya lebih awal.
Berubah,
sebuah kata yang tak asing lagi bagi setiap orang dan aku yakin setiap orang
pasti akan berubah jika dia berada di lingkungan baru, tapi aku lebih bangga
pada seseorang yang berubah karena ingin merubah masa depannya akan tetapi
sikapnya tidak pernah berubah tehadap orang-orang yang ada di sekitarnya.
Suatu
ketika aku pernah membaca pada suatu artikel yang menuliskan tentang seorang
yang telah sukses besar menangis saat orang-orang yang berada di sekitarnya
berkata “ Aku rasa, kau mulai berubah sekarang”, kalian tau reaksi dari orang
sukses tersebut? Ya, dia berlari ke suatu tempat yang sepi, dia menangis dan
berteriak menyesal “ Aku tidak berubaaaaah “, aku merasa heran orang itu sudah sukses bahkan jauh lebih sukses
dari orang mengatakan bahwa dia berubah, tapi entah mengapa dia sangat menyesal
ketika dia dikatakan berubah.
Padahal
sungguh sangat mudah untuknya menemukan orang yang baru yang dapat menjadi
orang terdekatnya , tapi tahu kah kalian apa yang dia pikirkan? Ya, dia
berpikir kesuksesan dia raih bersama-sama dengan orang-orang yang lebih dulu
ada di sampingnya, bukan dengan orang-orang baru yang kini menjadi rekan
suksesnya, karena orang-orang yang lebih dulu ada di sampingmu itu lebih
mengerti dan lebih mengenalmu, dan merekalah yang akan pertama kali merangkulmu
ketika kau terjatuh.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar