Kamis, 02 Mei 2013

MOTIVASI



SUATU PERUBAHAN YANG LEBIH BAIK


Berubahlah demi kebaikan, pertahankanlah sikap terbaikmu jangan berubah hanya karena keadaan dan lingkungan yang baru di hidupmu. Perhatikanlah orang-orang yang berada di sekitarmu, jangan terlalu dekat bila belum benar-benar mengenal seseorang, dekat dan akrablah sekedarnya, jangan berlebihan karena jika mereka mulai menjauh rasa sakit dan sesal yang akan kau dapat.
Raihlah lampu senter yang ada di dekatmu untuk menerangi gelapmu, jika belum bisa meraih bintang yang sempurna untuk menerangi gelapmu. Karena sesungguhnya apa yang berada di dekatmu lebih mudah membantumu, di bandingkan sesuatu yang jauh dan kau coba untuk menggapainya, tapi akhirnya tak pernah kau dapatkan.
Yang aku tau sekarang adalah sebuah kaca yang pecah tidak akan pernah dapat kembali ke bentuk semula, walaupun kau coba untuk menyatukannya kembali tetap saja masih ada goresan bekas pecahan dari kaca tersebut.
Aku bukan nabi yang sabar walau disakiti aku bukan malaikat yang yang tak memiliki rasa amarah dan aku juga bukan tuhan yang memiliki sifat paling sempurna di dunia ini, aku hanyalah seorang umat manusia yang memiliki amarah jika kau menyulutnya, aku hanyalah manusia biasa yang terkadang kehabisan kesabaran walupun sesungguhnya kesabaran itu tiada batasnya.
Terkadang aku berpikir “ ingin rasanya dapat meluapkan segala penyakit hati yang selama ini ku pendam sendiri dan hanya aku dan tuhan yang tau, tapi adakah seorang manusia yang dapat ku percaya untuk menyimpan segala gejolak ini, aku belum bisa merasakan percaya yang sesungguhnya terhadap seorang manusia, walaupun aku telah mengenalnya selama bertahun-tahun”.
Rasanya sulit sekali, tapi entah mengapa aku sangat membenci sebuah “KELUHAN” aku sangat gembira saat memotivasi diri sendiri bawa “AKU BISA”. Mungkin ini terdengar konyol, akan tetapi entah mengapa aku lebih menyukai orang yang “KERAJINAN” di bandingkan dengan orang yang sebenarnya rajin tapi dia hanya bekerja pada saat-saat tertentu, aku sangat membenci orang yang datang terlambat walaupun sebenarnya dia bisa datang tepat waktu dengan memulai segalanya lebih awal.
Berubah, sebuah kata yang tak asing lagi bagi setiap orang dan aku yakin setiap orang pasti akan berubah jika dia berada di lingkungan baru, tapi aku lebih bangga pada seseorang yang berubah karena ingin merubah masa depannya akan tetapi sikapnya tidak pernah berubah tehadap orang-orang yang ada di sekitarnya.
Suatu ketika aku pernah membaca pada suatu artikel yang menuliskan tentang seorang yang telah sukses besar menangis saat orang-orang yang berada di sekitarnya berkata “ Aku rasa, kau mulai berubah sekarang”, kalian tau reaksi dari orang sukses tersebut? Ya, dia berlari ke suatu tempat yang sepi, dia menangis dan berteriak menyesal “ Aku tidak berubaaaaah “, aku merasa heran orang  itu sudah sukses bahkan jauh lebih sukses dari orang mengatakan bahwa dia berubah, tapi entah mengapa dia sangat menyesal ketika dia dikatakan berubah.
Padahal sungguh sangat mudah untuknya menemukan orang yang baru yang dapat menjadi orang terdekatnya , tapi tahu kah kalian apa yang dia pikirkan? Ya, dia berpikir kesuksesan dia raih bersama-sama dengan orang-orang yang lebih dulu ada di sampingnya, bukan dengan orang-orang baru yang kini menjadi rekan suksesnya, karena orang-orang yang lebih dulu ada di sampingmu itu lebih mengerti dan lebih mengenalmu, dan merekalah yang akan pertama kali merangkulmu ketika kau terjatuh.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar